Posts

Kecanduan Nonton Live Music atau Konser

Kalau di ingat-ingat kapan ya pertama kali gue nonton live music atau konser? Waktu itu gue konvoi naik mobil bak, pake ikat kepala warna *tut*. Setelah turun, gue kemudian diangkat dan duduk di bahu om gue. Terus kita menuju ke tengah-tengah lautan manusia yang bergoyang. Yap! Benar! Itu adalah konser dangdut. Yah.. namanya juga kampanye partai. Tapi pertanyaan yang sempat bikin bingung waktu itu adalah "ini kenapa pada goyang-goyang sih? Lagunya juga kok kayak gini banget sih?". Dan pertanyaan itu kini terjawab dengan sendirinya setelah gue dewasa. (Ngusap janggut). Tapi dari kejadian itulah yang membuat gue trauma buat nonton konser atau live music lagi. PRJ Kemayoran Kemudian setelah gue beranjak dewasa, gue pergi ke hotel Ritz Carlton buat check in. Bohong ketang.. buat interview kerja di middle east yang sayang sekali gue gagal. Akhirnya untuk meluapkan kekesalan itu, gue sama teman gue pergi ke PRJ Kemayoran. Disana secara enggak sengaja bertepatan...

Weekend Di Mercusuar Anyer 31 Januari 2015

Image
Bertahun-tahun gue kerja di Anyer, sangat sedikit sekali tempat menarik disini yang sudah gue datengin. Diantaranya Mercusuar Anyer, tempat ini sebenernya deket banget dengan tempat gue kerja. Tapi mungkin karena gue enggak pernah menemukan temen yang mau diajak kesana, jadinya gue belum pernah kesana sekalipun. Hingga pada saat itu gue menemukan pujaan hidup gue, akhirnya ada seseorang deh yang bisa nemenin gue kesana. Mercusuar ini terletak di Anyer, Banten. Bagi orang yang suka maen ke pantai mungkin pantai Anyer ini sudah enggak asing lagi. Sejarahnya mercusuar ini merupakan titik nol jalan Anyer-Panarukan, dulunya sempet hancur karena letusan gunung Krakatau tapi kemudian dibangun kembali pada tahun 1885. Anjir tua banget ya? tapi tenang, bangunan ini masih kokoh dan bisa dinaekin kok. Pemandangannya juga keren, bisa ngeliat lautan juga bukit diseikitar. Buat indehoy juga bisa, gue sudah praktekin kok, ..eh. Untuk mencapai ke lokasi mercusuar Anyer tersebut kita bi...

Transportasi umum dan segala kekurangannya

Image
Hari ini gue terkejut dengan abang supir angkot yang memberikan kembalian kepada gue 1000 rupiah dari uang yang gue kasih ke dia 5000 rupiah. “4000?” kata gue. Terus si abang supir bilang “Iya” sambil langsung tancap gas. “Kampret!!!”. Memang sudah lama gue enggak pernah naik angkutan umum. Tapi waktu itu rasanya kayak ditipu mentah-mentah. Padahal jarak yang gue tempuh sangat pendek. Kedua kalinya ketika gue naik angkot dari Pandean ke Ciracas yang jaraknya paling cuma tiga menit. Gue kasih 2000 rupiah, kemudian si supir langsung protes. “Berapa tuh pak!? Tambahin dong sekarang mah jauh-dekat 4000!”. Gue langsung membalas “4000!? Buset! Nih gue tambahin 1000 aja!”. Orang lain mungkin ngeliatnya gue kok pelit banget sih dengan uang 2000 rupiah doang?. Tapi masalahnya bukan “doang”, masalahnya seperti elo beli buah, tapi ternyata asem dan busuk. Berkat angkot yang tarifnya 4000 rupiah itu gue gagal ketemuan sama cewek gue. Pelayanan tariff elo yang naik itu mana? Bull...

Ternyata alat baru itu adalah vending machine!

Image
Bulan lalu di lab kami kedatangan tiga box yang gede-gede. Seminggu kemudian bungkus itu dibuka, ternyata isinya adalah sebuah alat. Beberapa hari kemudian datanglah beberapa orang vendor mengerjakan setting up untuk alat tersebut. Tapi setelah beberapa hari kemudian alat itu enggak pernah dipakai, bahkan enggak pernah disentuh. Terus buat apa si boss membeli alat tersebut? Buang-buang uang saja. Akhirnya karena penasaran kami mulai mencari tau kegunaan alat itu. Setelah 10 tahun 7 bulan dan 26 hari akhirnya kami menemukan jawabannya. Jawaban ini mungkin tidak masuk akal dan akan mencengangkan dunia. Jadi bagi kalian yang masih belum siap untuk menerima informasi ini, di mohon untuk keluar dari blog ini sekarang juga. Siapapun yang telah membaca paragraf ini saya anggap anda telah siap dan anda mempunyai kualifikasi lebih. Kemungkinan lainnya anda tetap di blog ini adalah karena mouse anda tiba-tiba hilang sehingga anda tidak bisa meng-klik tombol close. Oleh karena itu ...

Menyelamatkan Status Para Jomblo

Entahlah mulai dari tahun 2012 atau 2013, hinaan terhadap para jomblo mulai membabik-buta. Kejam dan tidak berbelas-kasihan. Baik di media sosial, di fasilitas chatting ataupun kalau sedang berkumpul bersama. Melihat (sekaligus merasakan) kepedihan para jomblo ini, gue sebagai anggota dari Word Savior For All Poor Singles In The Word Foundation atau yang disingkat WSFAPSITWF jadi punya ide brilian. Ide yang sekaligus peluang bisnis. Ide itu adalah membuat produk-produk berkualitas dan siap pakai untuk para jomblo. Apakah ide itu?. Kita atasi langsung ke masalah utama. Masalah utama para jomblo itu adalah pertanyaan yang memojokan. Seperti "udah punya pacar belum?", "kapan kawin?" Dan masih banyak lagi. Kemudian gue akan membuat para jomblo ini bangkit dari keterpurukan itu, bersama mengangkat kepala mereka kedepan dengan pandangan penuh keyakinan kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan kepedihan itu dengan penuh percaya diri. "Maju loe semua! Gue jaw...

Budget Control

Yap! Mungkin gue belum jadi backpacker sepenuhnya. Karena kebanyakan tempat yang gue datengin sebagian banyak adalah gunung-gunung dan baru sekarang-sekarang ini gue nyobain ke pantai. Tapi gue pengen banget sedikit mengurangi "gunung" dan memulai backpacking ke tempat-tempat unik. Buat mengenal orang-orangnnya, mengenal budayanya, melihat bangunan bersejarahnya dan mungkin menemukan jodoh (jodoh deui.. jodoh deui). Terus backpacker menurut gue itu seperti apa sih? Menurut gue backpacker itu adalah seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat dengan membawa backpack dan melakukan kegiatan menginap di hostel-hostel atau dimanapun. Semuanya itu dilakukan dengan menekan budget sekecil mungkin. Itulah yang menjadi masalah gue sekarang, budget. Selama ini setiap kali gue selesai naik gunung atau ke pantai, keadaan dompet gue berubah menjadi kere kronis. Walaupun gue sudah mencoba menabung tapi tetap aja akhirnya sama. Bila di bandingkan dengan para ...

Catatan Perjalanan Backpacker Teluk Kiluan 10 – 13 Oktober 2014

Image
Teluk Kiluan adalah sebuah teluk di Pulau Sumatra yang terkenal karena disana sering sekali dijumpai jomblo-jomblo, eh maaf salah, maksudnya Lumba-lumba. Teluk ini ada di kota Lampung, gue lupa Lampung Utara atau Lampung Barat. Untuk mencapai ke teluk ini lumayan susah karena perjalanannya yang panjang dan jalannya yang rusak. Dari Kota Lampung sendiri membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Salah satu tempat indah lainnya di teluk ini adalah lagunanya. Walaupun enggak besar seperti laguna Segara Anakan di Pulau Sempu, tapi cukup indah apalagi di tambah dengan semburan air laut dari karang-karang yang bisa sampai setinggi tiga meteran. *** Awal cerita temen gue si Wahyu yang mengajak, katanya banyakan sama orang Jakarta juga banyak cewek-cewek cakepnya nanti. Maka tergodalah gue. Kesannya gue seperti yang kelaparan banget ya? Seperti yang haus kasih sayang. Haha. Tapi karena bulan Oktober ini adalah bulan Haji, maka banyak dari peserta yang akhirnya cancel karena ...