Posts

Showing posts with the label Sosial

Black Out Day Di Bogor

Image
Hari minggu gue di Bogor, seperti biasa gue selalu usahakan buat lari pagi ..eh maaf lari sedikit siang. Yah.. maklumlah namanya juga di Bogor, pasti bawaannya bangun siang terus. Eh sama deng di kota tempat gue gawe juga. Gak ada bedanya dong ya. Yasudahlah.. Sambil jogging, gue Whatsapp-an sama cewek gue. Kayak yang LDR-an aja, tapi sebenernya kita tinggal di kota yang sama. Perih emang kehidupan. Lho kok jadi curcol bapak?. Terserah gue dong! Blog-blog gue. Oke oke santuy!. Di tengah-tengah chat, tiba-tiba cewek gue nge-sms. Katanya mati lampu dan sinyal juga hilang. Gue ketawain aja, bilang "Ya ampun ya kota Serang kampung banget, pindah sini ke Bogor". Kemudian gue pergi dari tempat jogging. Di perjalanan gue mampir sebentar ke tukang kembang, beli tanaman Kancing Lurah. Terus kemeja Pak Lurah gak ada kancingnya dong? gue pikir. Terus gimana nanti dia masuk angin dong?. Kemudian bayangin pak lurah jalan kemejanya kebuka, keliatan singletnya doang. Mana singl...

Munyusuri Mini Green Canyon di Banten: Curug Putri

Image
Pertama kali Berjalan di sungai kecil, diantara celah sempit tanah lempung. Ini merupakan sensasi yang luar biasa. Terlebih lagi air sungai yang cukup bersih membuat kita enggak ragu buat membasahi raga ini yang sudah lama kering karena enggak pernah disinggahi cinta (Eaaaa). Seperti itulah yang gue rasain saat pertama kali mendatangi air terjun yang paling cantik di daerah Carita, Banten ini. Terkenal lewat sosmed, sontak air terjun ini membuat para "curug lover" penasaran. Karena air terjun ini mempunyai keunikan tersendiri, terlebih buat gue pribadi curug ini sangat dekat dengan tempat kerja gue, jadi gue semacem punya kewajiban untuk mencicipi air terjun ini. Karena diantara temen-temen deket gue pada belum pernah ada yang kesana kemudian kita bingung berjamaah, terlebih lagi enggak mungkin untuk meng-tag posisi kita lewat GPS karena kalau di air terjun ini kemungkinan kita dapet sinyalnya itu kecil. Jadi posisi yang diperlihatkan di peta itu engga...

Transportasi umum dan segala kekurangannya

Image
Hari ini gue terkejut dengan abang supir angkot yang memberikan kembalian kepada gue 1000 rupiah dari uang yang gue kasih ke dia 5000 rupiah. “4000?” kata gue. Terus si abang supir bilang “Iya” sambil langsung tancap gas. “Kampret!!!”. Memang sudah lama gue enggak pernah naik angkutan umum. Tapi waktu itu rasanya kayak ditipu mentah-mentah. Padahal jarak yang gue tempuh sangat pendek. Kedua kalinya ketika gue naik angkot dari Pandean ke Ciracas yang jaraknya paling cuma tiga menit. Gue kasih 2000 rupiah, kemudian si supir langsung protes. “Berapa tuh pak!? Tambahin dong sekarang mah jauh-dekat 4000!”. Gue langsung membalas “4000!? Buset! Nih gue tambahin 1000 aja!”. Orang lain mungkin ngeliatnya gue kok pelit banget sih dengan uang 2000 rupiah doang?. Tapi masalahnya bukan “doang”, masalahnya seperti elo beli buah, tapi ternyata asem dan busuk. Berkat angkot yang tarifnya 4000 rupiah itu gue gagal ketemuan sama cewek gue. Pelayanan tariff elo yang naik itu mana? Bull...

Kecerdasan

Image
Mengingat pembicaraan gue dengan teman-teman gue sewaktu makan nasi uduk di pinggir Bona tempo hari. Berawal dari pertanyaan gue ke teman gue "Kenapa milih Teknik Kimia, kan susah?".  Kemudian mereka yang kebetulan cewek semua menjawab "Seorang ibu itu harus pinter, karena nanti buat anak-anaknya". Gue membalas "Hemm.. Dian sastro banget". "Ih enggak, kata penelitian juga kecerdasan seorang anak itu berasal dari DNA ibunya" kata teman gue. "Masa sih?" kata gue. Tapi seingat gue, gue pernah membaca kalau kecerdasan itu ada macam-macam dari mulai kecerdasan Logiko-Matematik, kecerdasan Liguistik-Verbal, kecerdasan Spasial-Visual, kecerdasan Ritmik-Musik dan masih ada beberapa lagi. Jadi kenapa kita mengartikan kecerdasan hanya dengan kecerdasan berhitung? dengan kata lain orang yang berprofesi sebagai musisi, pelukis atau enterpreneur adalah bukan orang-orang cerdas. Ya memang enggak salah juga kalau teman...

Nitip Doa

Image
Hampir sebulan yang lalu gw barengan keluarga gw pergi umroh. Apa? Umroh?. Iya bener, mungkin kalian gak bakalan nyangka bahwa tampang preman kayak gw gini bakalan pergi umroh. Bahkan temen segrup gw aja pas gw bilang kalau gw mau pergi umroh dia langsung ketawa sambil mukul-mukul locker. Anjiir.. segitu hinanya kah gw? -__-. Tapi emang seumur-umur juga gw gak kepikiran buat umroh. Yang pertama karena mahal banget, yang kedua karena gw lebih tertarik dengan hal-hal yang menegangkan. Eh tapi kemudian kakak gw ngajakin umroh, sekalian juga jagain ibu gw kesana. Yaudah gw pikir-pikir menarik juga, lagian kebayang juga kalau nyokap gw sendirian culang-cileung di bandara :(. Jadi gw berangkat deh. Emang udah tradisi kali yah, kalau ada yg ke tanah haram itu yang di indonesia banyak yang nitip doa. Diantara sekian banyak yg nitip doa sama gw dan setelah gw survey ternyata doa yang paling banyak itu adalah "minta jodoh". Yang memang gw pribadi juga doa itu. Hehe.. :D ...

Asuransi Dan Mereka Yang Berbahagia

Jadi inget pas gw dulu di telpon ditawarin asuransi. Si pengobral asuransi, begitu gw menyebutnya. Terus menerus nawarin gw asuransi walaupun gw gak pengen. Asuransi berkedok kesehatan tapi tetep mereka mengincar orang-orang sehat yang gak bakal sakit. "Ayolah pak, ini kalau bapak meninggal nanti dapet premi 200jt lho. Ini nilai yang gede loh pak" kata si pengobral asuransi. Dengan sakit hati kemudian gw bales, "Iya sih dapet 200jt, tapi kan sayanya udah mati mbak!". Terus baru aja tadi gw ngobrol sama orang yang mau ngontrak rumah. Di tengah-tengah dia ngasih tau kalau tetangga sebelah rumah yang mau dikontrakin itu meninggal karena kecelakaan. Kata gw "Innalillahi". Tapi setelah itu dia ngomong "Tapi enak lho pak, rumahnya jadi lunas!". Gw mikir.. lha.. ini kenapa jadi enak? Enak sebelah mana? Ada orang meninggal woy! Malah pada seneng. Emangnya yang meninggal nanti ngerayap dari kuburan terus pulang ke rumah. Nyampe ru...

Absurd Di Nikahan

Kemaren gw menghadiri nikahan sepupu gw. Jujur gq merasa hina sekali. Karena kalau mikirin kata "nikah" itu bagi gw adalah seperti halnya gw mikirin gunung everest. Jangankan buat ngedaki, tapi buat nyampe basecampnya aja gak mungkin banget. Tapi terlepas dari itu gw jadi teringet kejadian-kejadian yang sedikit absurd namun apa daya karena waktu itu eventnya sakral banget, maka gw gak berani buat ketawa. Penghulu Galak Ini adalah nikahan temen kampus gw. Dengan bersusah payah gw dan temen-temen gw mencapai lokasi dengan naek motor. Pas sampe di lokasi gw melihat aura aneh.. aura penjajah. Acara seperti gak hikmat dan diburu dengan waktu. Pas selesai pengucapan akad nikah, dari panitia kemudian menyetel lagu OST dari Ayat-ayat Cinta. Tapi kemudian.. "Tolong itu yang nyalain lagu dimatiin dulu! Lagi serius ini!. Ini nikah, jangan main2!" Langsung semuanya pada melongo. Musikpun langsung dimatiin dan keadaan menjadi horror. Mungkin maksud p...

Maddam says: "Tidak cuti dulu sampai jatah cutinya muncul!"

Image
Hari ini kegalauan seorang pria manis bertambah. Bagaimana tidak? Kabar yang menyedihkan muncul bersamaan dengan bunyi "tring" pada handphone. Whatsapp dibuka dan pria manis itu mulai membaca. "ARRRHHGGG SHIT! FUCK! DAMN! HELL!" Kata yang terlontar dengan emosi jiwa. Yang jatahnya cutinya sudah minus tidak boleh cuti lagi sampai jatah cutinya muncul. Sementara aku jatah cutinya sudah minus sebelas. Dan kemudian migrain. Sementara di grup whatsapp sudah ramai dengan penolakan-penolakan tajam dari personel laboratorium. Seketika kami teringat dengan pemerintahan "si Mamang" dahulu. Pemerintahan yang "cuek bebek sebodo amat, yang penting gue happy dan elu mau cuti minus seratuspun gue enggak perduli!". Iya Mamang.. kami memang bodoh. Disaat kepergianmu kami malah senang. "Asiiiiiikkkkk!!!!!". Namun saat ini kami membutuhkanmu Mamang. "Mamang.. kembalilah mamang..". Bahkan temanku yang bernama Cudel dengan...

Pak tua yang cemberut

Image
Sore hari telah datang dan tiba-tiba si Ichan nawarin beli makanan ke pak Eko, yang kebetulan waktu itu pak Ekonya di dalam WC (mungkin sedang be'ol). Tapi walaupun dengan suara yang sedikit mendesah dan fokus yang terpecah pak Eko sukses menjawab semua pertanyaan si Ichan. Mendengar suara si Ichan yang sedang membicarakan makanan, langsung saja perut ini menunjukan sinyal-sinyalnya. Tut..tutrurutuutuuutututuuttttt.. (suara sinyal perut yang sudah sixpacks ini). Kemudian perut ini menghampiri si Ichan dan memesan makanan. Tidak lama kemudian, makanan datang. Pak jali yang sangat antusias kemudian mendatangi keresek makanan dan memilah-milah makanan. "Chan, saya sop kan ya..." sambil milih-milih sop, karena ada tiga sop di keresek itu. "Ehm... yang ini ajalah dagingnya lebih banyak" sambil ketap-ketap gitu pak Jalinya. "Lho pak Jali emang pesen?" kata si Ichan. "Tadi kan saya ngomong pesen juga" masih ketap-ketap. "Tadi kan pa...

Kopi Encer

Disuatu hari, di smooking room. Gw dan Ichan sedang merokok sambil mengobrol tentang masa depan dan juga tentang cewek (pastinya, ahahahaha). Gw         : Kopi Chan! Ichan       : Oh.. eta kopi ente? sugan teh nu saha? Gw          : Heueuh.. tapi encer teuing, kalobaan cai jigana. Tetep aja kopi itu diseruput. Setelah obrolan panjang, beberapa batang rokok, sejumlah seruput dan tujuh hari lamanya. Gw          : Hor geuning.. Ichan        : Kunaon? Gw           : Ternyata tadi teh lain encer, tapi can diaduk! Ichan         : Mana coba?.. Oh heueuh bener.. Gw, Ichan  : Hahahahahaha.. Gobs.. Kemudian kita melanjutkan obrolan seputar cewek lagi. Ilmu yang bisa didapat dari cerita ini adalah: Intinya; mau encer mau kentel juga diseruput. :D haus. -------- Kamus bahasa Sunda: Sugan = Kirain Nu = Yang Saha = Sia...

Sahur On The River

Sabtu sore semuanya berjalan seperti biasa. Gw yang pada hari itu masuk pagi dan sore karena harus membayar change day dengan teman satu kerjaan gw. Setelah siang kondisi awan mulai mendung, seperti hati yang melihatnya. Curcol deh gw. Tau bakal hujan, gw mengambil inisiatif mengambil sample lot duluan. Jadi pas bagian sorenya gw gak kehujanan. Licik deh gw. Hahahaha.. (tertawa licik). Sesuai perkiraan hujan mengalir deras, gw tetap mengocok melt flow dan hati ini tetap sakit. Kok hati gw sakit? Ah ya sudahlah. Malam hari menjelang pulang, grup Whatsapp Laboratrium mulai ramai. “Banjir gede di Zublin! Bus pada mogok”. Gw kira ini banjir biasa, jadi gw tenang aja sambil nyeruput kopi menunggu grup berikutnya pada datang. Setengah jam berlalu, anggota grup C sudah banyak yang berdatangan. Gw pun Langsung menaiki bus CAP-24 yang sudah terparkir. Perjalanan awal kami di suguhi banjir dengan ketinggian biasa sampai betis maksimal. “Owh ini mah biasa..” kata g...

Crazy Satnite: Suatu hari di (isilah sendiri)

Di dalem bus di perjalanan yang mengesalakan. Gak tau kenapa gw teringet dengan tempat-tempat yang gw kunjungin semenjak pertama kali gw bergabung dengan organisasi sipala PAWASKA, yang gak nyangka ternyata udah banyak juga. Kemudian gw update status di BBM gw. "Suatu hari di Natrabu" yang merupakan tempat diklat gw, awal muasal dari tempat-tempat yag gw kunjungin selanjutnya. Teringat tempat gw gw kunjungin setelah itu adalah TNGP. Dan gw update status lagi; "Suatu hari di TNGP" yang di susul dengan; "Suatu hari di Salak", "Suatu hari di Ciremei" dan selanjutnya dan selanjutnya. Kemudian gw ngeliat di status feed BBMnya. Lho!? koq ini bocah-bocah PAWASKA pada update samaa juga? "Suatu hari di Cinumpang" "Suatu hari di Pondok Halimun" "Suatu hari di Mega Mendung" dan sebagainya dan sebagainya. Awalnya sih masih dalam konsep yang bener. Tapi kemudian semuanya berubah menjadi gila. Up...

Teh Manis Pake Es

Suatu hari gw bangun dengan perut kelaperan (hampir setiap hari sih kelaperan terus). Nyalain si beat kemudian gw melaju ke sebuah warteg deket kampus UNSERA. Biasa dong sehabis kita pesen makanan pasti kita langsung ditanya "minumnya apa mas?". Detail percakapannya seperti ini: Mas-mas: "Minumnya apa mas?" Gw: "Teh botol pake es" Mas-mas: "Teh botolnya udah dingin koq mas" Gw kemudian bingung.. Maksudnya apa yah? ini ngerti gak sih?. Gw: "Iya gak apa-apa pake es aja mas" Mas-mas: "Ini teh botolnya dari kulkas koq mas" sambil nunjuk ke kulkas. Gw: *kemudian memasang muka kesel*. Gw: "Gak apa-apa mas, pake es aja" mencoba sabar. Mas-mas: *Muka nyolot* Kemudian dateng mas-mas #2, kayaknya dia adalah ownernya deh. langsung ngomong ke mas-mas #1. Mas-mas #2:"Bikinin aja teh botol pake es!" Gw: *Muka kayak nemu jawaban dari semua pertanyaan yang menyesatkan...

Kawan Gw Dan Gadget Barunya

Image
(21/12/2011) sebelumnya dia menyangkal kalau membutuhkan gadget baru, "gak lah gw gw masih belum butuh, yang lama masih oke koq". setelah gadgetnya yang lama mengalami masa-masa sulit, seperti; di pylox, terendam air sungai dan jatuh. dan karena ucapan sayang dan memanja kepada si gadget lama sudah tidak mempan lagi, maka akhirnya kawan gw ini memutuskan untuk mengganti gadgetnya. hari minggu kami pergi ke ramayana cilegon. namun sayang pada saat kami menanyakan gadget yang dimaksud, ternyata gadget yang dimaksud tadi kosong dan kembalilah kami ke kostan. sore hari seusai kuliah Pengolahan Air Limbah, kami pergi ke sebuah toko. akhirnya memutuskan membeli dengan kartu kredit gw, tetapi.. sesuatu yang buruk terjadi.. kartu kreditnya udah over limit (wkwkwkwk..). akhirnya kawan gw dengan sangat berat hati namun tetap lapang dada, menempuh cara debit. (hehe..). efek gadget baru mulai menjalar. sampai tidak ingat makan, tidur, mandi, beol dll. dan inilah foto teman ...

Si Tukang Ngupil di Kampus

Image
Inilah si tukang ngupil. Namanya fitri, di panggil bhule ini karena rambutnya merah (kebanyakan maen layangan kayaknya). Datang-datang di kampus langsung mengupil. Memang menjijikan, tapi gw percaya. Dia melakukan ini sebagai wujud syukur karena telah diberikan jari-jari yang ramping,bahkan seluruh badan ramping (heu..). Tapi gw cumen bisa bilang.. "Berhati-hatilah kalo bersalaman dengan dia, dan lagi jangan sampe makan disuapin dia" Iyaaaakss... haha.. Published with Blogger-droid v2.0.2

Kolektor Botol

Image
(15/12/2011) sebenernya gw kurang mengerti dengan kelakuan teman satu kosan gw yang satu ini. tiap kami membeli minuman dengan botol plastik, dia selalu mengumpulkannya di pojokan di bawah wastafel kosan kami. pernah gw mencoba untuk membuang botol itu, yang waktu itu secara aktual sudah ada di dalam plastik tempat sampah. keesokan harinya botol itu kembali ada di pojokan (wheew..). tapi gw masih bingung, tujuan dari mengumpulkan botol itu apa?. lalu pada suatu hari pernah gw tanya ke dia. "ini lu ngumpulin botol buat apaan sih? jadi kolektor?" kata gw. kemudian dia menjawab. "jangan dibuang! itu nanti mau gw extruder lagi." (extruder ini adalah alat di lab unutuk mengolah plastik menjadi bongkahan kecil) tapi sampai saat ini botol-botol tersebut masih belum juga di extruder. gw malah curiga, mungkin teman gw yang satu itu lagi pelihara jin, terus disimpen di boto-botol itu? (hemm..).